1
Informasi dan Pengumuman


Upd: Senin, 29 Juli 2019 | 22:10 WIB
Disampaiakan Kepada Siswa bahwa mulai Tahun Pelajaran 2019/2020 siswa dilarang membawa Handphone Ke sekolah. Karena sangat menggangu dalam proses belajar mengajar ...
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TP. 2019/2020

Upd: Selasa, 18 Juni 2019 | 21:50 WIB
DISAMPAIAKAN KEPADA TAMATAN SLTP BAHWA PENERIMAAN  PESERTA DIDIK BARU AKAN DIMULAI TANGGAL 20 MEI -10 JULI 2019 . PENERIMAAN BERSIFAT SONASI (SONASI SMAN 1 BALLA SEMUA ...
PENGUMUMAN

Upd: Kamis, 28 Maret 2019 | 17:30 WIB
DISAMPAIKAN KEPADA SEMUA SISWA KELAS XII YANG AKAN MENGIKUTI UJIAN NASIOANAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK) TAHUN PELAJARAN 2018/2019 AGAR HADIR PADA HARI JUMAT TANGGAL 28 MARET ...
Agenda Kegiatan Terbaru

Tanggal : 07/05/2018
KWARAN SMAN 1 BALLA MENGIKUTI PERKEMAHAN RAIMUNA TK. ...
Tempat : BATU LAMBANAN
Tanggal : 03/07/2018
PELAKSANAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (PLS) SMAN 1 BALLA ...
Tempat : SMAN 1 BALLA
Tanggal : 02/06/2018
MULAI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPD) TP. 2018/2019 ...
Tempat : KANTOR SMAN 1 BALLA
Agenda-agenda Lainnya..
Login Siswa & Guru
NIS. / User :
Password :
Sebagai : Guru/Siswa
Register |
Statistik Pengunjung

Kurikulum yang digunakan pada tahun pelajaran 2019/2020 terdiri dari :

1. Untuk Kelas X dan XI memnggunakan kurikulum K 13

2. untuk kelas XI mengunakaan kurikulum KTSP 2006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KURIKULUM TINGKAT  SATUA PENDIDIKAN (KTSP)

SMA NEGERI 1 BALLA

Periode I

( TP. 2011/2012- TP.2015-2016)

 

 

 

                                    KECAMATAN      : BALLA

                             KABUPATEN       : MAMASA

                             PROPINSI            : SULAWESI BARAT

 

 

 

 

 

Alamat : Pokkamba Desa Balla barat Kec. Balla Kab.Mamasa  91362

              (Hp.082187798468, E mail : smaballa@ymail.com

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa sehingga dapat mempekenankan dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Negeri 1 Balla  dengan baik.

   Dalam membuat Kurikulum ini selaku sekolah yang baru dirubah statusnya dari SMA Swasta Balla menjadi SMA Negeri 1 Balla, kami membuat berdasarkan kondisi masih banyak kekurangannya namun  tetap  mengacu pada Undang-Undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Yang Implementasinya  berdasarkan Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBARAN PENGESAHAN

 

 

            Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Negeri 1 Balla telah diperiksa dan disetuji oleh komite sekolah  sehingga Kurikulum  disyahkan untuk  diberlakukan dan digunakan dalam proses pembelajaran selama 1 periode  ( dari Tahun Pelajaran 2011/2012 – 2015/2016)

 

Balla, 12 Juli . 2012

 

 

            Disetui :                                                                       Yang Megesyahkan :

            Ketua Komite SMAN 1 Balla                                    Kepala SMAN 1 Balla,

 

 

 

            (Ishak Deppa, SH.)                                               Rudy Demmalona, S.Pd.

                                                                                          Pangkat : Penata Tk. 1

                                                                                          NIP. 19710307 200502 1 003

 

 

 

 

Megetahui :

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat

 

 

Drs. Muh. Jamil Barambangi

Pangkat : Pembina

NIP. 19631120 199203 1 001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………..                        i

Lembar Pengesahan ………………………………………………………..             ii

Daftar Isi ……………………………………………………………………            iii

BAB PENDAHULUAN …………… ….…………………            ………………            1

A. Latar Belakang  .............................................................................            1         

B. Tujuan Pengembangan KTSP ……………………………………           1

C. Prinsip Pengembangan KTSP …………………………………...            1

BAB II ………………………………………………………………………           3

A. Tujuan Pendidikan Dasar/Menengah ……………………………            3

B. Visi Sekolah ……………………………………………………..            3

C. Misi Sekolah …………………………………………………….             3

D. Tujuan Sekolah ………………………………………………….            4

E. Standar Kompetensi Lulusan ……………………………………                        4

 

BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM …………………                       5         

A. Struktur Kurikulum …………………………………………….              5

B. Muatan Kurikulum………………………………………………             10

                        a.   Mata Pelajaran………………………………………….              10

                        b.   Muatan Lokal …………………………………………..             11

                        c.   Pengembangan Diri ……………………………………..            12

                        d.   Beban Belajar ……………………………………………          13

                        e.   Ketuntasan Belajar ………………………………………           14

                        f.   Kenaikan Kelas ………………………………………….           16

                        g.  Kelulusan pada satuan pendidikan ……………………….          17

                        h.  Penjurusan ……………………………………………….            17

                        i.   Mutasi Siswa …………………………………………….            17

 

 

BAB IV. KALENDER PENDIDIKAN …………………………………….         19

PENGERTIAN ISTILAH ..............................................................................          22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I.  PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

                    Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

                    Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

                    Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 1 Balla sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku selama 4 tahun dari tahun Pelajaran 2010/2011 – 2014/2015. Dalam pengembangannya setiap tahun pelajaran akan dilakukan perbahan sesuai dengan keadaan dan perkembangan sekolah..

                    Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuaii dengan karakteristik,  potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah  dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah.

Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum SMA Negeri 1 Balla, yang secara keseluruhan mencakup:

  1. struktur dan muatan kurikulum;
  2. beban belajar peserta didik;
  3. kalender pendidikan;
  4. silabus, dan
  5. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

B.  Tujuan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

                                Untuk menjadi landasan dalam  mengembangkan pendidikan di SMA Negeri 1 Balla yang  dapat mencapai  tujuan pedidikan Nasional

C. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

              KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

 

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. 1.   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2. Beragam dan terpadu

         Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

 3.  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

         Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

         Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

         Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat

         Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

 

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

         Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan  Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

BAB II. TUJUAN

A. Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah

1.   Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

2.   Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B.      VISI

Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; globalisasi yang sangat cepat;  era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SMA Negeri1 Balla, memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:

                                      VISI SMA NEGERI 1 Balla 

 

”Tercapainya  Pedidikan yang bermutuh dengan menggunakan media pembelajaran elektronik , berahlak, cinta lingkungan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Budaya”

C.        MISI

Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekikinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.

Untuk mewujudkannya, Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut: 

    MISI SMA NEGERI 1 Balla

  1. Meningkatkan Prestasi Akademik yang bermutuu melalui aktifitas pembelajaran dengan menggunakan media elekronik
  2. Membentuk peserta didika yang berahlak mulia, berbudi pekerti serta berkpribadian yang mantap
  3. Menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah dan Nasional
  4. Menanamkan kecintaan linkungan sekolah dan sekitarnya
  5. Penataan lingkungan yang rama lingkungan
  6. Pelestarian tanama angrek lokal dan tanaman  Apotik Hidup

C.      Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah SMA Negeri 1 Balla dalam periode ini adalah

  1. Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Menciptakan lingkungan sekolah dengan rama lingkungan dengan mewujudkan sekolah adiwiyata
  3. Memberikan tambahan pengetahuan dengan memberikan pelajaran tambahan penguasaan komputer komputer pada rogram word dan eksel

D.      Standar Kompetensi Lulusan

Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran di  sekolah mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP sebagai berikut ini.

  1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
  2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya                                                                                                              
  3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
  4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
  5. Menghargai keberagaman agama, bangsa,  suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global
  6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
  7. Menunjukkan  kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan
  8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri
  9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik
  10. Menunjukkan kemampuan  menganalisis dan memecahkan masalah kompleks
  11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
  12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan  bertanggung jawab
  13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
  15. Mengapresiasi karya seni dan budaya
  16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
  17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan
  18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun
  19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat
  20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
  21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
  22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris
  23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi

 

 

 

 

 

 

 

III. MUATAN KURIKULUM

A.  Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Balla  memuat kelompok matapelajaran sebagai berikut ini: 

  1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

b.    kelompok mata pelajaran kewarganegaraan   dan kepribadian;

  1. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
  2. kelompok mata pelajaran estetika;
  3. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut di implementasikan dalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran secara menyeluruh. Dengan demikian, cakupan dari masing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui mata pelajaran yang relevan. Cakupan setiap kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut:

 

CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN 

NO

KELOMPOK MATA PELAJARAN

CAKUPAN

1.

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2.

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4.

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5.

Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

 

Penyusunan Struktur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan, standar kompetensi dan kompetensi inti mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP.

Sekolah Menengah atas dengan persetujuan Komite Sekolah dan memperhatikan keterbatasan sarana belajar serta minat peserta didik, menetapkan pengelolaan kelas sebagai berikut ini.

1)   SMA Negeri 1 Balla  menerapkan sistem paket dan Peminatan juga melaksanakan lintas minat pada kelas X Peminatan Matematika IPA /Ilmu Sosial dan Pendalaman minat pada siswa kelas XI Peminatan Matematika IPA /Ilmu Sosial  . Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah diprogramkan dalam struktur kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. 

2)     Jumlah rombongan belajar berjumlah 6 (Empat) rombongan belajar dengan rincian Kelas X dan XI masing-masing  2 rombongan belas dengan peminatan Matematika IPA dan pemintan ilmu sosial sedangkan kelas  XII 2  rombongan belajar dan kelas yaitu Jurusan IPA dan IPS yang masih menggunkan kurikulum 2013 atau KTSP

3)   Kelas X dan XI merupakan program peminatan berdasarkan kurikulum 2013  yang  diikuti oleh seluruh peserta didik

4)   KelasXII merupakan program penjurusan yang terdiri atas:

          Terdiri Program Ilmu Pengetahuan Alam (1 rombongan belajar), dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ( 1 rombongan belajar). 

a.  Struktur Kurikulum Kelas X dan XI

1)   Struktur Kurikulum Kelas X  dan XI terdiri dari :

I. Kelompok wajib

   Terdiri dari kelompok mata pelajaran :

   Kelompok A

  1. Pendidikan Agama dan budi pekerti
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. Sejarah Indonesia
  6. Bahasa Inggris

                   Kelompok B

  1. Seni budaya (termasuk muatan local)
  2. Prakarua dan Kewirausahaan (termasuk muatan local)
  3. Pendidikan Jasmani, olahraga, dan kesehatan (termasuk muatan local)

            II. KELOMPOK PEMINATAN

  1. Peminatan Matematika IPA
    1. Matematika
    2. Biologi
    3. Fisika
    4. Kimia
    5. Peminatan Sosial
      1. Georafi
      2. Sejarah
      3. Sosiologi dan Antropologi
      4. Ekonomi
      5. Mata Pelajaran Pilihan dan Pedalaman
        1. Kelas X dilaksanakan pilihan lintas minat terdiri dari :

-          Kelas X Peminatan Matematika IPA , sesuai dengan pilihan siswa maka dilakskanakan lintas minat 2 mata pelajaran di ilmu social yaitu :

  1. Biologi
  2. Matematika

-          Kelas X Peminatan Sosial, sesuai dengan pilihan siswa dilaksanakan lintas minat 2 mata pelajaran di peminatan matematika IPA yaitu :

  1. Geografi
  2. Ekonomi
  3. Kelas XI dilaksnakan pilihan Pendalaman minat , terdiri dari :

-          Kelas XI Pemintan Matematika IPA, sesuai dengan pilihan siswa memilih pendalaman minat 2 mata pelajaran yaitu :

  1. Kimia
  2. Biologi

-          Kelas XI Pemintan Matematika Sosial , sesuai dengan pilihan siswa memilih pendalaman minat 2 mata pelajaran yaitu :

  1. Ekonomi
  2. Geografi

 2).    Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

b.  Struktur Kurikulum  XII

1)   Kurikulum Kelas XII Program IPA dan IPS, terdiri atas:

- 13 mata pelajaran,

- muatan lokal (Sastra Daerah dan seni music bambu)

- program pengembangan diri.

2)   Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 45 menit.

     c.  Berikut Struktur Kurikulum masing-masing Kelas :

 

A.Struktur Kurikulum Kelas X (Sepuluh)

 

 

            D. Struktur Kurikulum Kelas XII (DUA Belas ) IPA

 

Komponen

Alokasi Waktu

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

A.   Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama

 

2

2

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

 

 

  1. Bahasa Indonesia

4

4

  1. Bahasa Inggris

4

4

  1. Matematika

4

4

  1. Fisika

4

4

  1. Biologi

4

4

  1. Kimia

4

4

  1. Sejarah

2

2

  1. Seni Budaya

2

2

  1. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

  1. Keterampilan bahasa asing (Convertation)

2

2

B.  Muatan Lokal  (Sastra Daerah dan misik bambu)

2

2

C.  Pengembangan Diri

2**)

2**)

Jumlah

42

42

*) Mendapat penambahan 1 jam pelajaran

**)  Ekuivalen 2 jam pembelajaran

 

B.     Muatan Kurikulum

                    Muatan Kurikulum SMA Negeri 1 Balla meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri.  

a.  Mata Pelajaran

             Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut:  

Mata Pelajaran wajib: Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Penjasmani, Seni & Budaya, dan Teknologi Informasi Komunikasi.

              Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat antara peserta didik dan pendidik.

              Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif, baik fisik maupun mental. Selain itu, dalam pencapaian setiap kompetensi pada masing-masing mata pelajaran diberikan secara kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan.

              Mata pelajaran tambahan diberikan kepada semua siswa yaitu penguasaan pengoprasian komputer pada program Word dan Eksel. Dalam pelaksanaan ini dilaksanakan dalam bentuk kursus pada sore hari

b.  Muatan Lokal

             Letak geografis SMA Negeri 1 Balla  yang berada di kawasan pegunungan yang potensil dengan pengembangan  Budaya daerah .Disamping itu wilayah Mamasa potensil sebagai daerah tujuan wisata sehingga peluang ini perlu dilihat sebagai suatu wahana yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah dalam rangka mengembangkan dan membina semangat kecintaan budaya bagi peserta didik..

Program Muatan Lokal disusun bekerja sama antara sekolah dengan  tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat yang di Balla yang mengetahui makna dari ungkapan-ungkapan dalam bahasa daerah

Berikut ini adalah program Muatan Lokal yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.

Program Muatan Lokal

Sastra Daerah dan musik bambu

 

Kelas X  Semester 1

 

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

  1. Menerapkan empat dasar hidup         ( pemali appa’ randanna) dalam kehidupan masyarakat mamasa
  2. Penguasaan musik bambu

 

1.1 Memahami 4 dasar hidup kehidupan masyarakat mamasa ( Pemali appa’ randanna).

 

2.1 Memahami penguasaan musik bambu baik suling maupun pompang

 

Kelas X  Semester 2

 

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1. Mengenal rumah adat/tradisional mamasa

1.1 Mengklasifikasi jenis dan tingkatan dan tingkatan  rumah adat

 

Kelas XI  Semester 1

 

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

  1. Memahami status (kasta) masyarakat mamasa
  2. Penguasaan musik bambu

 

1.1     Mengidentifikasi macam-macam status sosial masyarakat mamasa

1.2     Pengetahuan tentang cara membuat suling dan pompang dan megetahui cara memainkannya

         Kelas XI  Semester 2

 

 

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1. Memahami tata cara perkawinan adat Mamasa

1.1 Implementasi tata cara perkawinan adat Mamasa

 

Kelas XII  Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

  1. Menenal dan menerapkan proses pengerjaan sawah dalam lingkungan masyarakat Mamasa
  2. Penguasaan musik bambu

1.1 Memahami proses pengerjaan sawah

 

2.1     Mengetahui jenis bambu yang dibuat suling dan pompang

2.2     Mengetahu cara pembuatan suling dan pompang

 

 

Kelas X II Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1.Lumbung padi ( Alang/talukun) dan fungsinya

1.1 Mengetahui fungsi lumbung padi (Alang)

 c.  Kegiatan Pengembangan Diri

            Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.

Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini.

  1. pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu:

1)       Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik.

Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan. 

2)       pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler)  diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler pada sore hari yang dijadwalkan yaitu :

  • Pramuka
  • Olahraga

                                                  -   Bulu Tennis Meja

                                                   -   Sepak Takraw

  • Sanggar Seni (Seni Tari malluya, dan Tari Bulu Londong, Seni musik bambu)
  • English Conversation Club

3.)    Masing-masing Kegiatan pengembangan diri di atas dilaksanakan sore hari danterjawal serta masing – masing kegiatan dibina oleh guru dan masyarakat yang berkompeten,

 

 

  1. Program Pembiasaan  mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik  yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.

 

RUTIN

SPONTAN

KETELADANAN

Upacara/pertemuan rutin

membiasakan antri

berpakaian rapi

Ibadah hari jumat

memberi salam

memberikan pujian

Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran

berdoa

Bersikap sopan

musyawarah

hidup sederhana

Kebersihan Kelas dan lingkunag

 

 

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Penilaian kegiatan pengembangan diri  bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian. 

    d. Beban Belajar

   Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut

   a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam   struktur kurikulum..

   b.  Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

  c.  Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah.

Beban Belajar Peserta Didik

Kelas

Satu jam tatap muka (menit)

Jumlah jam pembela-jaran Per minggu

Minggu Efektif per tahun ajaran

Waktu pembelajaran per tahun

Jumlah jam per tahun (@60 menit)

X  s.d. XII

45

42

34

1420 jam pel

(72.900 menit)

1215 jam

 

 

e. Ketuntasan Belajar

               Berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa dan memperhatikan kemampuan peserta didik dari hasil tes awal, sekolah menetapkan kriteria  ketuntasan minimal pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut ini.

I. Kriteria  Ketuntasan Minimal (KKM) Peserta Didik  Kelas X

NO

MATA PELAJARAN

2012/2013

1.

Pendidikan Agama

71

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

70

3.

Bahasa  Indonesia

68

4.

Bahasa Inggris

63

5.

Matematika

60

6.

Fisika

62

7.

Biologi

65

8.

Kimia

60

9.

Sejarah

61

10.

Geografi

68

11.

Ekonomi

64

12.

Sosiologi

65

13.

Seni Budaya

65

14.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

70

15.

Teknologi Informasi dan Komunikasi 

60

16.

Keterampilan /Bahasa Asing

66

17.

Muatan Lokal 

66

 

II. Kriteria  Ketuntasan Minimal (KKM) Peserta Didik  Kelas XI IPA

NO

MATA PELAJARAN

2012/2013

1.

Pendidikan Agama

71

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

70

3.

Bahasa  Indonesia

70

4.

Bahasa Inggris

63

5.

Matematika

60

6.

Fisika

60

7.

Biologi

68

8.

Kimia

60

9.

Sejarah

61

10.

Geografi

68

11.

Ekonomi

67

12.

Sosiologi

65

13.

Seni Budaya

65

14.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

70

15.

Teknologi Informasi dan Komunikasi 

60

16.

Keterampilan /Bahasa Asing

66

17.

Muatan Lokal 

66

III. Kriteria  Ketuntasan Minimal (KKM) Peserta Didik  Kelas XII IPA

NO

MATA PELAJARAN

2012/2013

1.

Pendidikan Agama

71

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

70

3.

Bahasa  Indonesia

70

4.

Bahasa Inggris

63

5.

Matematika

60

6.

Fisika

60

7.

Biologi

68

8.

Kimia

60

9.

Sejarah

61

10.

Seni Budaya

65

11.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

70

12.

Teknologi Informasi dan Komunikasi 

68

13.

Keterampilan /Bahasa Asing

66

14.

Muatan Lokal 

66

 

 

 

 

III. Kriteria  Ketuntasan Minimal (KKM) Peserta Didik  Kelas XII IPS

NO

MATA PELAJARAN

2012/2013

1.

Pendidikan Agama

71

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

70

3.